Category: Gaya Hidup

  • Entry Meeting BPK RI, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi Tata Kelola Organisasi

    Entry Meeting BPK RI, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi Tata Kelola Organisasi

    Kapolda Sumsel Tegaskan Transparansi, BPK RI Periksa Tata Kelola dan Kepatuhan Organisasi

    PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola organisasi melalui Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja dan Kepatuhan Semester II Tahun 2026 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Selasa (18/8/2026).

     

    Kegiatan dibuka langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dan diikuti Tim Pemeriksa BPK RI, pendamping Itwasum Polri, Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, para Pejabat Utama Polda Sumsel, serta Kapolres jajaran baik secara langsung maupun virtual.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Pemeriksa BPK RI. Menurutnya, pemeriksaan bukan semata-mata proses evaluasi administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk melihat kondisi organisasi secara objektif sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    “Pemeriksaan ini menjadi instrumen yang sangat vital untuk mendiagnosis kesehatan organisasi agar tata kelola benar-benar berjalan dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara merupakan amanah masyarakat yang harus dikelola secara transparan, efektif, dan bertanggung jawab. Karena itu, Polda Sumsel memandang BPK RI sebagai mitra strategis dalam memberikan evaluasi dan rekomendasi bagi penyempurnaan tata kelola organisasi.

     

    Pemeriksaan Semester II Tahun 2026 tersebut berfokus pada kepatuhan sistem informasi Kamtibmas serta pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada administrasi dan penegakan hukum lalu lintas.

     

    Pada aspek lalu lintas, Kapolda menekankan pentingnya penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), mulai dari perluasan cakupan perangkat hingga integrasi data dan sistem administrasi. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai penting untuk mendorong proses penegakan hukum yang semakin transparan sekaligus meminimalkan interaksi langsung antara petugas dengan masyarakat.

     

    Kapolda juga menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi Kamtibmas, khususnya antara Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Pamapta, layanan kepolisian 110, dan sistem operasional lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat sekaligus meningkatkan response time personel di lapangan.

     

    Kepada seluruh Kepala Satuan Kerja dan Kepala Satuan Wilayah yang menjadi objek pemeriksaan, Kapolda meminta agar memberikan dukungan penuh serta menyampaikan seluruh data dan kondisi organisasi secara terbuka.

     

    “Siapkan seluruh dokumen secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Jangan ada data atau informasi yang ditutupi. Apabila ditemukan kelemahan, sampaikan kondisi yang sebenarnya sehingga dapat menjadi bahan pembenahan bagi kita,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga meminta Irwasda Polda Sumsel mengoordinasikan pendampingan pemeriksaan secara melekat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, efektif, dan tetap tidak mengganggu pelayanan rutin kepolisian kepada masyarakat.

     

    Pelaksanaan pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan sistem tata kelola Polda Sumsel terus bergerak menuju organisasi yang semakin profesional, transparan, dan berbasis data. Setiap temuan dan rekomendasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sehingga kelemahan organisasi tidak hanya diketahui, tetapi segera ditindaklanjuti.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemeriksaan BPK RI merupakan bagian penting dari upaya Polda Sumsel melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan.

     

    “Evaluasi dan rekomendasi BPK RI menjadi masukan penting untuk memperkuat akuntabilitas, menyempurnakan tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, transparansi dalam pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat. Keterbukaan terhadap kondisi yang sebenarnya akan memudahkan proses identifikasi persoalan sekaligus mempercepat langkah pembenahan di setiap satuan kerja dan satuan wilayah.

     

    Melalui pemeriksaan kinerja dan kepatuhan Semester II Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, serta kualitas pelayanan publik. Setiap evaluasi dan rekomendasi akan menjadi bagian dari proses pembenahan untuk menghadirkan tata kelola kepolisian yang semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya.

  • Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

    Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

     

    Jakarta, 16 Agustus 2026 — Polri kembali bergerak cepat memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute tersendiri Pondok Cabe–Labuan Bajo.

    Penerbangan dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S, bersama lima kru lainnya. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar 17.05 WITA.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri dilakukan untuk mempercepat pergeseran kemampuan SAR Polri. Selain membawa 10 K9, pesawat juga mengangkut perlengkapan operasional dan bantuan logistik untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

    Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa diberangkatkan untuk mendukung operasional 10 K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner. Personel lainnya terdiri dari handler dan pelindung yang bertugas mendampingi K9 serta memastikan keamanan tim selama operasi. Setiap K9 didampingi handler yang memahami karakter dan kemampuan masing-masing, sehingga kemampuan K9 dapat dioptimalkan dalam proses pencarian korban di lapangan.

    Sepuluh K9 yang diterjunkan terdiri dari Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu pencarian korban serta cadaver, yaitu kemampuan mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia.

    Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan secara visual.

    BERPENGALAMAN DALAM OPERASI BENCANA

    Pengerahan kali ini juga diperkuat pengalaman K9 Ditpolsatwa dalam penanganan bencana di Sumatera pada 2025.

    Pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa dikerahkan dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara. Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, digunakan untuk menyisir area bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.

    Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi titik penting yang kemudian ditindaklanjuti tim gabungan hingga ditemukan korban.

    Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tim yang kini kembali bergerak ke Flores. K9 tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari tim SAR yang didukung handler, tenaga veteriner, personel pelindung, dan unsur terkait di lapangan.

    DIBAGI TIGA REGU

    Setelah apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.

    Pembagian regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pencarian dan hasil asesmen di lapangan.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan Polda NTT.

    KECEPATAN JADI PRIORITAS

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kecepatan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam penanganan bencana.

    “Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

    Trunoyudo mengatakan Polri memahami bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.

    “Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.

    Ia menambahkan, tim K9 akan diarahkan sesuai kebutuhan wilayah.

    “Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelasnya.

    BAWA 3,4 TON LOGISTIK

    Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik.

    Total muatan mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton, terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan lainnya.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri menjadi bagian dari langkah percepatan Polri agar kemampuan K9, personel pendukung, serta perlengkapan dapat segera tiba dan digunakan di wilayah operasi.

    Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dan hasil kurasi di lapangan.

    K9 berpengalaman terbang dengan pesawat khusus. 21 personel mendampingi. Satu misi: mempercepat pencarian korban dan membantu masyarakat Flores terdampak gempa

  • Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebar Hoaks di Medsos Menjelang 17 Agustus 2026

    Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebar Hoaks di Medsos Menjelang 17 Agustus 2026

     

    Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks melalui media sosial. Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan seorang perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang diduga mengunggah konten berisi informasi tidak benar terkait ajakan demonstrasi menjelang 17 Agustus 2026.

    Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber rutin. Dari kegiatan tersebut, anggota menemukan konten yang kebenarannya perlu diverifikasi. Setelah dilakukan pendalaman melalui analisis digital serta penelusuran jejak elektronik, diketahui bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

    “Dalam patroli siber, anggota menemukan konten yang kebenarannya perlu diverifikasi. Setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut diketahui tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono.

    Hasil penyelidikan mengarah kepada DM yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Ciamis sebelum mengamankan tersangka di kediamannya.

    Dalam pemeriksaan awal, DM mengakui sebagai pemilik akun yang diduga digunakan dalam penyebaran konten tersebut. Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa:
    -1 unit telepon seluler
    -1 akun TikTok
    -1 kartu SIM
    -1 akun surat elektronik (e-mail)

    Seluruh barang bukti tersebut diduga dipakai untuk mendukung tindak pidana yang disangkakan.

    Atas perbuatannya, DM dipersangkakan melanggar Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta Pasal 264 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan proses penanganan perkara tersebut. Menurutnya, tersangka bersama barang bukti telah dibawa ke Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

    “Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi telah terverifikasi sebelum disebarluaskan dan jangan mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan dugaan hoaks, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” tutup Budi.

  • Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Kapolda Sumsel Cup 2026 Sukses Dan Tuntas, Jadi Turnamen Padel Terbesar Dan Diikuti 420 Atlet

    Kapolda Sumsel Cup 2026 Sukses Dan Tuntas, Jadi Turnamen Padel Terbesar Dan Diikuti 420 Atlet

     


    Palembang – Turnamen Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 resmi ditutup di Luxury Padel Club Palembang, Minggu (2/8/2026).
    Kapolrestabes Palembang, Kombes Sonny mengatakan turnamen yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut mencatat sejarah sebagai kejuaraan padel terbesar yang pernah digelar di Sumatera Selatan.

    “Sebanyak 420 atlet atau 210 pasangan ambil bagian dalam kompetisi yang diikuti peserta dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jambi, Semarang, dan Yogyakarta,” kata Sonny.

    Kapolda Sumsel Cup 2026 mempertandingkan enam kategori, yakni Men Lower Bronze, Women Lower Bronze, Youth U-16 Open, Women Bronze, Bronze Open, dan Men Silver.

    “Persaingan berlangsung sengit sejak hari pertama hingga partai final yang menyuguhkan pertandingan berkualitas dan penuh sportivitas,” ujar Sonny.

    Pada kategori Men Lower Bronze, pasangan Dimas Pratama/Deny Kurniawan keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Edi Gunawan/Ferdiyanto di partai final. Di kategori Women Lower Bronze, gelar juara diraih pasangan Rissa Triandini/Indah Permatasari, sedangkan posisi runner-up ditempati Eltania Pratiwi/Khalisa Asyafa Azizia.

    Untuk kategori Youth U-16 Open, pasangan muda Kgs Al Ghazali Islami/Muhammad Alfarizi berhasil menjadi yang terbaik usai menundukkan Ethan London Lim/Mikko Kenji Alvino.

    Sementara itu, kategori Women Bronze dimenangkan oleh pasangan Lovine Jones/Liora Isolda, dengan Pritasari Ekanopriana/Penti Yulianda sebagai juara kedua.

    Di kategori Bronze Open, pasangan Nathanielle Amin/Jason Young sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan M. Adli Dzil Ikrom/Moh. Rifat Dunda di laga puncak.

    Sedangkan pada kategori Men Silver, pasangan Rizky Akbar/M. Rahardian Hidayat tampil sebagai juara pertama, sementara Dierga Salamon Rizky/Hamman Firdaus harus puas menempati posisi runner-up.

    “Keberhasilan penyelenggaraan PBPI Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 menjadi bukti pesatnya perkembangan olahraga padel di Sumatera Selatan,” ujarnya.

    Selain memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, turnamen ini juga mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat, sekaligus membuka ruang lahirnya atlet-atlet padel berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Keren Itu Sehat! Jangan Biarkan Narkoba Menghancurkan Wajah dan Masa Depanmu

    Keren Itu Sehat! Jangan Biarkan Narkoba Menghancurkan Wajah dan Masa Depanmu

    Menjaga kesehatan merupakan investasi penting bagi masa depan setiap individu. Namun, masih ada berbagai faktor yang dapat mengganggu kondisi fisik maupun mental seseorang, salah satunya adalah paparan zat berbahaya yang dapat berdampak jangka panjang.

    Dampak tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik, termasuk penampilan. Perubahan pada kulit, menurunnya vitalitas, serta berkurangnya kualitas hidup menjadi beberapa hal yang perlu diwaspadai.

    Sering kali, dampak tersebut tidak langsung terlihat, melainkan terjadi secara bertahap. Inilah yang membuat pentingnya kesadaran sejak dini untuk menjaga diri dari berbagai hal yang berpotensi merugikan kesehatan. Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas hidup tetap baik.
    Melalui edukasi yang terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta membuat pilihan hidup yang lebih bijak. Lingkungan yang positif dan dukungan dari orang terdekat juga menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan yang sehat.

    Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang kondisi saat ini, tetapi juga tentang masa depan. Dengan memilih gaya hidup yang baik, setiap individu dapat tetap tampil percaya diri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih optimal.

     

     

  • Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Alur Mekanisme Layanan Rehabilitasi BNN, Rehabilitasi Itu Gratis Loh!

    Alur Mekanisme Layanan Rehabilitasi BNN, Rehabilitasi Itu Gratis Loh!

     

    Masih banyak yang ragu untuk mencari bantuan karena takut biaya mahal. Padahal, layanan rehabilitasi dari BNN gratis.

    Kalau kamu atau orang terdekatmu butuh bantuan, ini alurnya:

    Mulai dari skrining awal, untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan penanganan.
    Dilanjutkan dengan asesmen terpadu, yang dilakukan oleh tim profesional untuk menentukan jenis rehabilitasi yang tepat.

    Selanjutnya, kamu akan menjalani program rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, sesuai hasil asesmen.
    Di tahap ini, kamu akan mendapatkan pendampingan medis dan sosial secara menyeluruh.

    Setelah itu, ada tahap pascarehabilitasi, untuk membantu kamu kembali menjalani kehidupan yang produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

    Ingat, rehabilitasi bukan untuk dihukum, tapi untuk dipulihkan.
    Dan yang paling penting, semua layanan ini GRATIS.

    Jangan ragu untuk melangkah.
    Pulih itu mungkin, dan kamu tidak sendiri.