Category: Gaya Hidup

  • Perkuat komunikasi, Polda Metro Jaya terima audiensi dari DPRD DKI

    Perkuat komunikasi, Polda Metro Jaya terima audiensi dari DPRD DKI

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta Bahas Dinamika Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta Bahas Dinamika Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

     

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

     

    JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan pertandingan Persija Vs Persib, di Gelora Bung Karno (GBK) berjalan aman dan lancar.

    “Kegiatan hari ini berjalan aman, tertib, lancar, sehingga proses pengamanan di GBK dalam pertandingan Persija melawan Persib berjalan tertib, damai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Sabtu (12/9/2026).

    Budi menyebut, bahwa Polda Metro Jaya mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran pertandingan tersebut.

    Menurutnya, polisi sampai saat ini masih melakukan beberapa rangkaian demi memastikan semuanya berjalan aman. Di antaranya mengawal bubarnya penonton.

    “Dan kita masih berharap, kita masih, petugas pengamanan juga masih melakukan pengamanan, pengawalan sampai dengan masa cair,” ujar Budi.

    Menurut Budi, keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergisitas yang baik seluruh stakeholder terkait.

    “Kami juga mengapresiasi kepada seluruh petugas pengamanan, baik itu dari TNI, Pemprov DKI, steward, dan semua yang terlibat termasuk dari pengawalan dari teman-teman Jakmania,” tutup Budi.

  • Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen mendukung program prioritas nasional melalui berbagai capaian nyata di bidang ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, pelayanan publik, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

     

    Komitmen tersebut dipaparkan dalam kegiatan Visitasi Penilaian Tahap II Kompolnas Awards Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kamis, 3 September 2026. Polda Sumsel menjadi salah satu dari lima nominator kategori Polda terbaik tingkat nasional dalam ajang tersebut.

     

    Kegiatan visitasi dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., serta dihadiri Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

     

    Visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk mencocokkan data capaian yang disampaikan dengan kondisi dan implementasi di lapangan, sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan kepolisian berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

     

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel terus mengimplementasikan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Salah satu capaian strategis ditunjukkan melalui program dukungan ketahanan pangan. Polda Sumsel mencatat realisasi lahan tanam jagung mencapai 28.394,16 hektare dengan hasil produksi sebanyak 116.591,92 ton.

     

    Di bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial, jajaran Polda Sumsel juga telah melaksanakan 139 program bedah rumah, membangun 87 fasilitas sumur bor, menyalurkan 141.000 paket kebutuhan pokok, serta mendirikan 81 Jembatan Merah Putih.

     

    Berbagai program tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran kepolisian diarahkan agar tidak berhenti pada pelaksanaan tugas keamanan, tetapi turut memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.

     

    Pada sektor pelayanan publik, optimalisasi Command Center dan layanan Polisi 110 terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel membangun pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

     

    “Penghargaan yang paling tinggi adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, kemudahan, dan manfaat bagi masyarakat. Sering saya tekankan kepada jajaran Polda Sumsel bahwa juragan kita adalah masyarakat,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri tidak semata-mata dilihat dari capaian institusional, tetapi dari sejauh mana setiap program dan pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan sinergi operasional dan kolaborasi lintas sektoral terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program kepolisian.

     

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas melalui pelayanan publik yang profesional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, penguatan kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai instansi terkait terus dilakukan melalui konsep “Super Team”. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara lebih terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas.

     

    Polda Sumsel memandang Kompolnas Awards bukan semata-mata sebagai ajang penghargaan, tetapi sebagai momentum untuk mengukur konsistensi transformasi pelayanan kepolisian dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

     

    Melalui penguatan ketahanan pangan, pelayanan publik, kesejahteraan sosial, serta stabilitas kamtibmas, Polda Sumsel terus berupaya menghadirkan Polri yang Presisi, profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.

     

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Polda Sumsel dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan keamanan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Beberkan Kinerja dan Dukungan untuk Program Pemerintah

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Beberkan Kinerja dan Dukungan untuk Program Pemerintah


    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mempertegas kontribusi nyata institusi kepolisian dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan ketahanan pangan, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
    Komitmen tersebut dipaparkan dalam Visitasi Penilaian Tahap II Kompolnas Awards Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumsel, Palembang, hari ini. Polda Sumsel menjadi salah satu dari lima nominator terbaik nasional kategori Polda dalam ajang tersebut.

    Kegiatan visitasi dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas RI, Gufron serta didampingi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi, Wahyu Widada. Agenda ini menjadi bagian dari proses penilaian untuk memastikan akurasi data sekaligus melihat secara langsung kesinambungan implementasi berbagai program kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    Kapolda Sumsel, Irjen, Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan kebijakan Polri Presisi yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

    Ia menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, ukuran keberhasilan Polri yang paling penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat.

    “Penghargaan merupakan kehormatan, namun kehormatan tertinggi bagi Polri adalah saat kehadiran kami dirasakan langsung manfaatnya, menghadirkan keadilan, kemudahan, serta rasa aman bagi seluruh lapisan rakyat,” ujar Sandi dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

    Adapun salah satu capaian strategis ditunjukkan melalui dukungan terhadap sektor ketahanan pangan. Polda Sumsel menggerakkan pemanfaatan lahan jagung seluas 28.394,16 hektare yang menghasilkan 116.591,92 ton hasil panen. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi kepolisian dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

    Komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program sosial dan pembangunan. Jajaran Polda Sumsel telah merampungkan 139 unit bedah rumah, menyediakan 87 sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor, mendirikan 81 Jembatan Merah Putih untuk mendukung konektivitas masyarakat, serta menyalurkan bantuan kepada 141.000 warga.

    Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Polri diarahkan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar, memperkuat konektivitas, melindungi kelompok rentan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

    Pada aspek pelayanan publik, Polda Sumsel terus memperkuat pemanfaatan teknologi melalui Command Center terpadu dan Layanan Polisi 110. Penguatan tersebut ditujukan untuk mempercepat respons kepolisian, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan, serta membangun sistem pelayanan publik yang semakin responsif dan terintegrasi.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa seluruh jajaran terus memperkuat peran sebagai pelayan masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas yang kuat demi tegaknya kedaulatan pembangunan nasional,” tegas Nandang.

    Polda Sumsel juga terus memperkuat soliditas dan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi melalui konsep ‘Super Team’ menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program strategis dapat berjalan secara terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas.

    Melalui penguatan ketahanan pangan, pembangunan sosial, pelayanan publik berbasis teknologi, serta pemeliharaan kamtibmas, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang semakin Presisi, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut sekaligus menjadi kontribusi Polda Sumsel dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045, dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash
    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

     

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Ungkap Fakta Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Ungkap Fakta Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash
    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

     

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Kapolda Metro Jaya Menjenguk Personel dan Ojol Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Kapolda Metro Jaya Menjenguk Personel dan Ojol Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Foto: Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri dan pengemudi ojol yang masih dirawat di RS Polri. (dok Istimewa)
    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri serta seorang pengemudi ojek online (ojol) yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ketiganya terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan gedung DPR RI pekan lalu.
    “Kami hadir untuk memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang masih menjalani perawatan. Kami berharap semuanya segera pulih, dapat kembali berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan aktivitas seperti sediakala,” kata Komjen Asep Edi, Selasa (1/9/2026).

    Kapolda menemui para korban satu per satu untuk melihat langsung perkembangan kondisi mereka. Ia berbincang dengan para korban dan keluarga yang mendampingi. Dia juga menanyakan proses perawatan, serta memberikan semangat agar tetap kuat menjalani masa pemulihan.

    Ketiga korban terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI pekan lalu. (dok Istimewa)
    Dua personel yang masih dirawat ialah anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya Bripda Aslam Sarofi, anggota Ditpolair Polda Metro Jaya Briptu Frans Adong. Keduanya mengalami luka ketika menjalankan tugas pengamanan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan serta pemantauan dari tim medis.

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring, yang juga mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Kapolda menyampaikan rasa prihatin serta dukungan selama menjalani proses pemulihan kepada Rizal dan keluarganya.

    Kehadiran Kapolda menjadi wujud kepedulian terhadap setiap korban tanpa membedakan latar belakang. Keselamatan dan pemulihan menjadi perhatian utama, baik bagi personel yang terluka ketika menjalankan tugas maupun masyarakat yang turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

    Baca juga:
    Tersangka Kerusuhan Usai Demo di Jakarta Bertambah Jadi 49 Orang

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring yang turut mengalami luka dalam peristiwa tersebut. (dok Istimewa)
    Kapolda berharap proses perawatan ketiga korban berjalan dengan baik dan seluruh kebutuhan medis mereka dapat terpenuhi hingga pulih. Ia turut menyampaikan dukungan kepada keluarga yang setia mendampingi para korban selama menjalani proses penyembuhan.

    Kericuhan terjadi usai demo di depan gedung DPR pada Kamis (27/8) lalu. Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang dan sebanyak 49 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

  • Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

    Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

     

    Tangerang Selatan, Kicaunews.com – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana pemalsuan uang rupiah di sebuah gudang kawasan industri Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026) malam. Empat orang diamankan dan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran serta keterlibatan masing-masing.

    Dari lokasi, penyidik menemukan sekitar 360.000 lembar yang menyerupai uang rupiah pecahan Rp100.000. Petugas juga mengamankan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan proses pembuatan, antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin UV, tinta, plat cetak, laptop, serta bahan baku kertas.

    Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan, seluruh temuan masih diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keaslian dan keterkaitannya dengan perkara. Penyidik juga menelusuri rangkaian kegiatan yang diduga berlangsung di lokasi tersebut.

    “Penyidik masih mendalami asal bahan baku, proses pembuatan, kapasitas produksi, serta pihak-pihak yang berperan di dalamnya. Kami juga menelusuri apakah lembaran yang menyerupai uang rupiah ini masih berada pada tahap produksi dan penyimpanan atau ada yang sudah diedarkan,” ujar Kombes Victor Mackbon, Sabtu (22/8/2026).

     

    Menurut Victor, pengembangan dilakukan untuk memetakan perkara dari hulu hingga hilir, termasuk kemungkinan jalur distribusi dan keterlibatan pihak lain. Penyidik belum menyimpulkan luas jaringan maupun jumlah yang mungkin telah beredar karena seluruhnya masih menjadi materi pemeriksaan.

     

    “Yang kami lakukan sekarang adalah membangun gambaran secara utuh berdasarkan barang bukti dan hasil pemeriksaan. Apabila dalam pengembangan ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai fakta penyidikan,” kata Kombes Victor Mackbon.

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara tersebut tidak hanya berfokus pada temuan di lokasi. Kepolisian juga berkepentingan melindungi masyarakat dari potensi kerugian sekaligus menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

     

    “Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga salah satu simbol kedaulatan negara. Karena itu, dugaan pemalsuan uang harus ditangani secara serius agar masyarakat terlindungi dan kepercayaan terhadap sistem pembayaran tetap terjaga,” ujar Kombes Budi Hermanto.

     

    Ia meminta masyarakat lebih cermat ketika menerima uang tunai dan tidak mengedarkan kembali uang yang diragukan keasliannya. Pada saat yang sama, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai luas jaringan maupun jumlah yang telah beredar selama proses penyidikan masih berlangsung.

     

    “Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, jangan diedarkan kembali. Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat diperiksa dan ditindaklanjuti,” kata Kombes Budi Hermanto.

     

    Perkara tersebut didalami dengan sangkaan Pasal 374 dan/atau Pasal 375 jo. Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 36 dan/atau Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Polda Metro Jaya akan menyampaikan perkembangan perkara berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti dan pengembangan penyidikan.

  • Kenang Sejarah Proklamasi Polisi, Polda Sumsel Peringati Hari Juang Polri 2026

    Kenang Sejarah Proklamasi Polisi, Polda Sumsel Peringati Hari Juang Polri 2026

    Kenang Sejarah Proklamasi Polisi, Polda Sumsel Peringati Hari Juang Polri 2026

    PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Utama Mapolda Sumsel, Jumat (21/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta personel Polda Sumsel.

     

    Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut, Kapolda Sumsel bertindak selaku Inspektur Upacara. Salah satu rangkaian utama yakni pembacaan Teks Proklamasi Polisi sebagai pengingat atas tonggak sejarah perjuangan Kepolisian Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

     

    Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merujuk pada peristiwa bersejarah 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama Polisi Istimewa Surabaya memproklamasikan kesetiaan Polisi kepada Negara Republik Indonesia.

     

    Dalam Teks Proklamasi Polisi ditegaskan semangat untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 serta menyatakan Polisi sebagai bagian dari Republik Indonesia.

     

    Selain pembacaan Teks Proklamasi Polisi, upacara juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel mengenai perjalanan panjang Kepolisian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk semangat pelucutan senjata tentara Jepang dan perlawanan terhadap berbagai ancaman terhadap kedaulatan Republik Indonesia.

     

    Bagi Polda Sumsel, peringatan Hari Juang Polri bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian di tengah masyarakat.

     

    Nilai patriotisme, keberanian, keikhlasan, dan dedikasi yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menjadi landasan moral setiap personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

     

    Kapolda Sumsel menegaskan bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum penting bagi seluruh personel untuk kembali menghayati nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu Polri.

     

    “Hari Juang Polri bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana semangat perjuangan tersebut kita aktualisasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai keberanian, pengabdian, loyalitas, dan kedekatan dengan rakyat harus terus menjadi karakter setiap anggota Polri,” ujar Kabid Humas.

     

    Menurutnya, tantangan tugas kepolisian saat ini terus berkembang sehingga setiap personel dituntut mampu memberikan pelayanan yang semakin humanis, responsif, profesional, dan berintegritas.

     

    “Semangat para pendahulu yang berjuang bersama rakyat harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan,” tambahnya.

     

    Melalui momentum Hari Juang Polri, Polda Sumsel meneguhkan kembali komitmennya untuk menjaga nilai-nilai perjuangan dan meneruskannya dalam bentuk pelayanan yang humanis, profesional, serta penuh tanggung jawab bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya.